Wednesday, 13 January 2016

MEREKA YANG DIANGGAP GILA,,,,

Ini abad ke 6, muhammad saw menyampaikan sesuatu yang tidak bisa di terima oleh umat manusia. betapa tidak beliau membicarakan tentang sesuatu yang sangat besar. membicarakan tentang sesuatu yang di luar jangkauan akal. membicarakan sesuatu yang hanya bisa diterima dan dimengerti oleh mereka yang beriman. Jumlah mereka yang beriman sangat sedikit, sehingga tidak jarang mereka di anggap sebagai orang gila.
Ketika umat Islam mendengar akan di serang oleh tentara kafir Quraisy dari Mekkah, mereka berdiskusi untuk mencari solusi terbaik mempertahankan Madinah. Membuat parit adalah starategi yang mereka pilih. Ide ini disampaikan oleh Salman al-Farisi. Orang arab sebelumnya pernah mengetahui metode ini, sehingga membuat kaget para tentara quraisy ketika melihat parit yang mengelilingi kota Madinah.
Matahari bersinar terik membakar batu dan pasir yang sudah kekeringan,menambah kerontang padang pasir yang menguapkan hawa panas menyengat. Kondisi alam di jazirah arab adalah sebuah tantang tersendiri, khususnya bagi siapa mencoba menggali parit dengan ukuran kilometer yang cukup menenggelamkan kuda hingga tak dapat lagi melompat melewatinya. Begitulah keadaan umat Islam. Selain itu, mereka kekurangan makanan. Konon, dikabarkan satu buah kurma di gunakan untuk konsumsi 10 orang.
Di saat panas matahari itu, di saat para sahabat kelelahan karena teriknya matahari disertai rasa lapar dan haus, salah seorang sahabat bertanya kepada Muhammad SAW. Sebuah pertanyaan yang di anggap tidak masuk akal pada saat itu.
Berkata Abdullah bin Amru bin ash: “Bahwa ketika kami duduk di sekeliling Rasulullah SAW untuk menulis, lalu Rasulullah SAW di tanya tentang kota manakah yang akan di tawan terlebih dahulu, Konstatinopel atau Roma.” ( HR Ahmad )
Ketika pertanyaan tentang kota manakah yang terlebih dahulu akan ditaklukkan, kaum yahudi dan munafik tercengang dan berpikir untuk mencari cara agar mengolok-olok kaum umat Islam. Bagi mereka umat Islam telah kehilangan akal. Pertanyaan mereka sudah menjelaskan semuanya. Bahwa mereka telah gila. Bagaimana mungkin mereka membicarakan tentang Konstatinopel dan Romawi, sedangkan mereka saja belum pernah melihat ke dua kota itu. Bagaimana mungkin mereka membicarakan Konstatinopel dan Romawi, sedangkan esok hari mereka akan di serang kaum kafir Quraisy Mekah, mereka tidak tahu apakah mereka akan hidup atau mati. Panasnya terik matahari dan rasa lapar serta haus telah menghilangkan akal sehat umat Islam, pikir Yahudi.
Yahudi lebih tercengang lagi ketika mendengar Jawaban dari Muhammad SAW. “kotanya Heraklius terlebih dahulu (yakni konstatinopel)” (HR Ahmad). Dari jawaban itulah, Yahudi menyimpulkan pantas saja Umat Islam gila, ternyata pemimpinnya juga gila.

***
Sejarah kemudian mencatat, pada tahun 1453, Konstatinopel benar-benar ditaklukkan oleh umat Islam.di tangan Muhammad Al-Fatih, pertanyaan umat Islam Kepada Muhammad SAW, jawaban Muhammad SAW, yang dulu di anggap gila, yang dulu di olok-olok, menjadi kenyataan. Seandainya kaum yahudi dan munafik yang mengolok-olok umat Islam gila, masih hidup pada tahun 1453, mereka akan lebih tercengang lagi melihat kenyataan. Kenyataan bahwa mereka hanyalah pecundang yang dikalahkan kenyataan. Karena yang mereka anggap gila kini telah menjadi pahlawan.

***
Ini abad 21,, tahun 2015, kondisi dunia dikuasai peradaban demokrasi-kapitalisme, yang diusung negara-negara kafir barat. Umat islam yang dulu kuat,terpecah-pecah dalam nasionalisme kebangsaan. Umat Islam terpecah-pecah menjadi beberapa negara. Umat Islam menjadi negara-negara kecil yang diperebutkan negara-negara kafir barat untuk dieksploitasi. Para pemimpin negara Islam tersebut lebih mendengar suara-suara penguasa negara barat, daripada rakyatnya sendiri. Penderitaan di mana-mana. Muslim di Rohingya di siksa, Muslim di Palestina di jajah, muslim di suriah di kejar-kejar dan di bunuh oleh pemimpin mereka sendiri dengan bantuan negara barat. Tidak ada kesejahteraan buat anak-anak Muslim di sana. Tidak ada senyum bahagia dan dan senyuman polos khas anak-anak di sana, mereka di cekam ketakutan yang luar biasa. Bayangan kematian menghantui mereka setiap saat. Harga nyawa umat Islam begitu murah. Sementara, negara kafir barat, hidup bermewah-mewah atas hasil eksploitasi sumber daya negeri-negeri muslim.
Di tengah kondisi umat Islam seperti, kemudian muncul orang-orang yang memiliki impian besar. Impian yang melampaui kenyataan. Mereka memimpikan bahwa umat Islam yang kini terpecah-pecah menjadi kurang lebih 50 negara, harus bersatu dalam satu negara. Jika persatuan ini dapat di bentuk, maka semua kejahatan demokrasi-kapitalisme di muka bumi akan di lawan, dan digantikan dengan kepemimpinan Islam yang akan membawa rahmat bagi seluruh alam.
Namun, mereka yang bermimpi besar itu, selalu di anggap sebagai kelompok pemimpi. Kelompok yang tidak melihat realita. Bagaimana bisa mempersatukan ke 50 negara dalam satu negara, antara Indonesia dan malaysia saja, ketika permainan sepak bola, selalu terjadi ejek-ejekan antar warga negara. Tentu saja orang Indonesia mendukung negaranya begitu juga dengan Malaysia, yang terkadang berakhir dengan kekerasan.,
Bahkan tidak jarang para penggagas persatuan negara-negara Islam dalam satu negara tersebut, di anggap sebagai orang gila yang dibutakan oleh romantisme sejarah. Karena mereka telah dibutakan oleh sejarah,sehingga tidak lagi berpikir berdasarkan fakta yang ada.

***
Memang, begitulah nasib orang-orang yang memiliki impian besar. Pikiran mereka tidak bisa dipahami dengan mudah oleh sebagian besar orang yang berpikir berdasarkan fakta. Mereka selalu di anggap gila dan pemimpi yang tidak lagi melihat kenyataan. Bahkan terkadang mereka di ejek dan di olok-olok hanya karena mimpi-mimpi mereka. tetapi sejarah telah mencatat, Muhammad SAW yang di anggap gila pada masanya, kemudian menjadi pemenang. Ia mengalahkan mereka yang menghina mimpi-mimpinya. Ia mengalahkan mereka yang pernah menyebutnya gila.
Dan kepada umat Islam hari ini,yang memimpikan kembalinya negara Khilafah untuk mempersatukan seluruh umat islam di sluruh dunia dalam satu negara, saya yakin suatu saat mereka akan memenangkan impiannya. Mereka akan mengalahkan orang-orang yang menghina dan mengolok-olok mereka.
Karena memang, sebuah impian besar,selalu di tolak ketika pertama kali impian itu disampaikan. Namun, sejarah selalu mencatat kemenangan bagi mereka yang berani bermimpi besar.

No comments:

Post a Comment