Tuesday, 29 December 2015

Inspirasi Kaya dari Ippho Santosa

Si Kaya Makin Kaya, Kok Bisa?
Si miskin makin miskin…
Si kaya makin kaya…
Iya apa iya? Terus, kenapa?
Banyak sebabnya…
Dan ini salah satunya…
Perhatikan baik-baik siklus kemiskinan berikut ini:
Makin mengeluh & makin pelit >> hati makin gundah & nikmat makin berkurang >> makin miskin >> lebih miskin >> makin keteteran waktu >> sulit untuk dhuha & tahajjud >> makin miskin >> lebih miskin >> makin mengeluh & makin pelit
Dan begitulah seterusnya… Sampai kapan? Sampai Tarzan pakai baju gamis, hehe. Karena itulah, siklus ini harus dipatahkan. Ingatlah, menjadi kaya perlu proses. Bermental kaya? Nggak perlu. Kita dapat melakukannya detik ini juga… Dengan apa? Dengan bersyukur dan dermawan. Niscaya siklus kemiskinan tadi akan terpatahkan…
Terus, kenapa orang kaya makin kaya?
Banyak sebabnya…
Dan ini salah satunya…
Perhatikan baik-baik siklus Moslem Millionaire berikut ini:
Makin dermawan & makin bersyukur >> hati makin bahagia & nikmat makin bertambah >> makin kaya >> lebih kaya >> makin punya waktu luang >> makin rajin dhuha & tahajjud >> makin kaya >> lebih kaya >> makin dermawan & makin bersyukur
Dan begitulah seterusnya… Sampai kapan? Sampai Antam bikin keripik pedas, hehe. Siklus ini baiknya diperkuat. Benar-benar diperkuat. Niscaya hasilnya akan dahsyat. Ingatlah, menjadi hartawan perlu proses. Menjadi dermawan? Nggak perlu. Kita dapat melakukannya detik ini juga…
Sawah Besar, Semarang, 27 Desember 2015

Monday, 28 December 2015

Tentang Tipe Manusia



Ada tiga tipe manusia.
1. Tipe visual : gerakan mata ke atas. Orang tipe visual akan nyaman, dan senang ketika ber komunikasi dengan menggunakan gambar. seperti slide, atau apa pun yang bentuknya gambar. Oleh karena itu, jika memiliki teman yang bertipe visual, maka dalam komunikasi kita harus berusaha untuk menampilkan gambar di hadapannya. Gambar akan memudahkan ia untuk memahami apa yang kita sampaikan.

2. Tipe auditorial : gerakan mata ada di tengah, tidak ke atas tidak juga ke bawah. Oang tipe auditorial adalah tipe orang yang akan jauh lebih nyambung, lebih lengket, apabila kita menekankan pada aspek suara. Manajemen suara. Kapan volumenya tinggi, kapan volumenya rendah, kapan intonasi di tekankan dan kapan tidak perlu ditekan. Hal ini sangat berpengaruh dalam berkomunikasi dengan orang yang bertipe auditorial.

3. Tipe kinestetik : gerakan mata ke bawah : adalah orang-orang yang lebih menekankan pada perasaan, sentuhan. Bagi orang dengan tipe ini, walaupun kita hanya sekedar memegang bahunya, dia akan merasa senang dan respect terhadap kita. Orang tipe ini tidak terlalu suka dengan bahasa tubuh, tidak terlalu penting tentang apa yang dibicarakan, tetapi lebih suka terhadap sentuhan. Gerakan-gerakan secara langsung.

                                                     ***
Gerakan mata ke kiri (melihat ke kiri) mengindikasikan bahwa orang tersebut sedang mengingat sesuatu. biasanya adalah sesuatu yang sudah lewat. Sedangkan kalau gerakan mata ke arah kanan (melihat ke kanan) itu artinya seseorang sedang berimajinasi. Jika orang berusaha mengingat sesuatu secara otomatis ia akan melihat ke arah kiri, sedangkan jika berimajinasi ia akan melihat ke arah kanan.
Jika kita bertanya kepada seseorang tentang masa depannya, secara otomatis ia akan melirik ke arah kanan, karena otak kanan akan mengajaknya untuk berimajinasi. Sedangkan kalau kita bertanya pada seseorang mengenai sesuatu yang terjadi di masa lalunya, maka secara otomatis ia akan melirik ke arah kiri, karena otak kiri akan mengajaknya untuk berpikir mengingat sesuatu yang sudah pernah terjadi.
Yang menjadi menarik, ketika kita bertanya pada seseorang mengenai masa lalunya, tetapi ia melirik ke arah kanan, maka bisa dikatakan orang tersebut berbohong.

                                                               Sawah Besar, Semarang, 07 Desember 2015