Tuesday, 12 August 2014

Islam dan Ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia. Saat ini setiap objek yang kita gunakan tidak terlepas dari sentuhan ilmu pengetahuan. Misalnya komputer, handphone, televisi, dan lain sebagainya, merupakan produk yang lahir dari rahim ilmu pengetahuan. Dengan ilmu inilah kemudian manusia merintis dan membangun peradabannya. Kelompok manusia yang memiliki peradaban yang lebih tinggi di anggap sebagai kelompok yang memiliki tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi.
Islam yang di bawa oleh Nabi Agung Muhammad SAW, adalah din yang sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan. Surah yang pertama di wahyukan oleh Allah adalah perintah mengenai untuk iqra ( membaca ). Dengan membaca, maka seseorang atau manusia akan mengetahui lebih banyak tentang pengetahuan yang belum di ketahuinya. Dengan membaca pula kita dapat mengetahui sebuah kebenaran, dan dapat membandingkan beberapa konsep tentang sesuatu. Misalnya konsep tentang manusia, konsep tentang Tuhan, konsep tentang alam semesta dan sebagainya.
Namun, perlu diketahui bahwa iqra dalam islam bukan sembarang iqra, melainkan iqra dengan melibatkan Tuhan. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, ( QS. Al-alaq ayat 1 ). Ini mengandung pengertian bahwa dalam membaca sesuatu kita tidak boleh hanya mengandalkan kemampuan akal semata,melainkan harus melibatkan Tuhan. Akal yang kemampuannya terbatas, kalau digunakan tanpa petunjuk dari Tuhan, akan kesulitan untuk menemukan tentang hakikat kebenaran yang sejati. Degan adanya petunjuk dari Tuhan, maka manusia akan menemukan Kebenaran yang memuaskan akal dan menenteramkan hati. Memang, dalam islam sesuai dengan fitrah manusia, sehingga ajaran-ajaran yang ada di dalamnya jika dikaji secara mendalam dan menyeluruh akan memberikan kepuasan akal dan ketenteraman hati. Sebaliknya proses membaca yang tidak melibatkan atau menjadikan petunjuk Tuhan sebagai standar tolak ukur akan menjadikan manusia berada dalam kegelisahan. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan manusia bukannya membawa ketenteraman dan kesejahteraan umat manusia melainkan telah menjadi ancaman bagi kehidupan manusia sendiri. Ilmu pengetahuan yang dihasilkan malah menjadi musuh manusia sendiri.
Teknologi yang dihasilkan dai rahim ilmu pengetahuan saat ini, ternyata tidak seluruhnya memberikan manfaat bagi umat manusia. Bom atom yang telah diciptakan oleh manusia membawa ketakutan yang luar biasa bagi umat manusia. Sejarah telah membuktikan bagaimana manusia di bunuh hanya dalam beberapa menit di kota Hiroshima dan Nagasaki dengan menggunakan teknologi bom atom. Ilmu pengetahuan yang seharusnya menjadi sebagai alat bagi manusia untuk memudahkan kehidupan, malah menjadi alat untuk menghancurkan manusia sendiri. Inilah salah satu dampak yang di timbulkan jika manusia membaca tanpa melibatkan Tuhan.
Selain itu, aktivitas iqra (membaca ) tanpa melibatkan Tuhan juga menghasilkan pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan akal dan fitrah manusia. Pemikiran yang pada awalnya bertujuan untuk membawa kesejahteraan bagi umat manusia, malah membawa kesengsaraan bagi umat manusia. Pemikiran-pemikiran ini hanya mampu memberikan kesejahteraan bagi sebagian orang. Hal ini terjadi pemikiran yang dihasilkan hanya berlandaskan akal semata yang memiliki keterbatasan.
Ideologi Komunis-sosialis dengan berdasar pada filsafat dialektika materialisme, mengingkari adanya Tuhan. Ideologi ini memandang bahwa segala sesuatu berasal dari materi dan materi ini bersifat azali, sehingga manusia tidak memerlukan Tuhan. Bahkan menurut ideologi ini, agama adalah candu bagi masyarakat yang menghambat pekerjaan manusia. Ideologi ini memaksa manusia untuk menghilangkan naluri beragama dalam diri manusia yang merupakan fitrah. Sedangkan hal yang telah menjadi naluri tidak akan bisa dihapuskan dalam diri manusia. Oleh karena itu, pengemban dari ideologi ini memaksakan kehendak mereka dengan melakukan kekerasan fisik yang membawa kesengsaraan bagi masyarakat.
Selain ideologi komunis-sosialis ada lagi ideologi kapitalisme. Tidak seperti ideologi komunis yang mengingkari adanya Tuhan, ideologi ini mengakui adanya Tuhan, tetapi tidak mau di atur oleh Tuhan. Prinsip dari ideologi ini adalah sekularisme yaitu pemisahan agama dari kehidupan manusia. Secara akal sehat, pemikiran dari ideologi ini sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin kita percaya akan adanya Tuhan, tetapi tidak mau di atur oleh Tuhan. Sama seperti kita percaya pada institusi tempat kita  bekerja tetapi tidak mau di atur oleh institusi tersebut. Dari pemikiran ini kemudian melahirkan berbagai pemikiran lain yang mendukung kebebasan manusia untuk berekspresi, seperti paham liberalisme. Paham ini memberikan ruang sebebas-bebasnya bagi manusia untuk mengekspresikan diri dalam kehidupan tanpa adanya aturan dari Tuhan, selama itu tidak membawa kerugian bagi orang lain. dari paham ini kemudian dilahirkan konsep hak asasi manusia. Berdasarkan hak asasi manusia, seseorang bisa melakukan perbuatan yang melanggar aturan Tuhan, selama itu tidak membawa kerugian terhadap orang lain. hal ini sesuai dengan prinsip sekularisme, di mana agama tidak boleh di bawa-bawa dalam hubungan antara manusia.
Ideologi kapitalisme yang berasal dari pemikiran orang-orang Barat yang mengalami trauma berat dengan agama mereka, ternyata telah meracuni pemikiran sebagian orang islam. Dengan dalih kebebasan berpendapat mereka mulai membongkar dan mempertanyakan ajaran-ajaran yang sudah baku dan jelas dalam islam. Aturan yang menjadi imam dalam shalat adalah laki-laki mulai di protes oleh sebagian muslimah yang memperjuangkan paham kesetaraan gender. Aturan tentang larangan untuk menikah sesama jenis dipermasalahkan. Aturan tentang larangan bagi perempuan muslimah untuk menikahi laki-laki non muslim mulai di persoalkan. Mereka menerbitkan buku-buku untuk menyebarkan pemikirannya. Pendukung pemikiran mereka menganggap mereka adalah orang-orang yang cerdas yang patut untuk di banggakan. Padahal mereka itulah yang nyata-nyata menentang Tuhan dengan membuat aturan-aturan yang baru untuk menyaingi aturan Tuhan. Apakah orang seperti itu perlu di banggakan dan di anggap sebagai orang yang cerdas? Masyarakat yang pada awalnya sudah merasa tenteram dengan aturan yang ada, kemudian mereka memunculkan ide-ide baru yang membuat masyarakat bingung dan gelisah.
Penjelasan di atas hanyalah salah satu contoh pemikiran yang dihasilkan dari aktivitas membaca tanpa melibatkan Tuhan. Dan tentunya masih banyak contoh yang lain. Untuk mencegah pemikiran-pemikiran seperti itu, maka jalanya adalah dengan kembali menjadikan Al-Qur’an dan Al-hadis sebagai petunjuk dalam melakukan aktivitas membaca. Ideologi yang digunakan adalah ideologi islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Dengan menjadikan islam sebagai ideologi maka islam tidak hanya diaplikasikan pada salah satu aspek tapi secara menyeluruh ( kaffah ). Peraturan dalam suatu lingkungan masyarakat atau negara adalah peraturan islam yang berasal dari Allah swt. Dengan menjadikan islam sebagai ideologi dalam kehidupan, maka konsep amar ma’ruf nahi mungkar dalam masyarakat akan mudah untuk dijalankan. Jika ada seseorang yang dikhawatirkan akan melakukan pelanggaran atau mendekati pelanggaran dalam islam, maka masyarakat akan mengingatkan untuk mengingat Allah, Tuhan semesta alam, sehingga manusia di dorong untuk melakukan kebaikan