Si Kaya Makin Kaya, Kok Bisa?
Si miskin makin miskin…
Si kaya makin kaya…
Iya apa iya? Terus, kenapa?
Si kaya makin kaya…
Iya apa iya? Terus, kenapa?
Banyak sebabnya…
Dan ini salah satunya…
Dan ini salah satunya…
Perhatikan baik-baik siklus kemiskinan berikut ini:
Makin mengeluh & makin pelit >> hati makin gundah & nikmat
makin berkurang >> makin miskin >> lebih miskin >> makin
keteteran waktu >> sulit untuk dhuha & tahajjud >> makin miskin
>> lebih miskin >> makin mengeluh & makin pelit
Dan begitulah seterusnya… Sampai kapan? Sampai Tarzan pakai baju gamis,
hehe. Karena itulah, siklus ini harus dipatahkan. Ingatlah, menjadi kaya
perlu proses. Bermental kaya? Nggak perlu. Kita dapat melakukannya detik ini
juga… Dengan apa? Dengan bersyukur dan dermawan. Niscaya siklus kemiskinan tadi
akan terpatahkan…
Terus, kenapa orang kaya makin kaya?
Banyak sebabnya…
Dan ini salah satunya…
Dan ini salah satunya…
Perhatikan baik-baik siklus Moslem Millionaire berikut ini:
Makin dermawan & makin bersyukur >> hati makin bahagia &
nikmat makin bertambah >> makin kaya >> lebih kaya >> makin
punya waktu luang >> makin rajin dhuha & tahajjud >> makin kaya
>> lebih kaya >> makin dermawan & makin bersyukur
Dan begitulah seterusnya… Sampai kapan? Sampai Antam bikin keripik pedas,
hehe. Siklus ini baiknya diperkuat. Benar-benar diperkuat. Niscaya hasilnya
akan dahsyat. Ingatlah, menjadi hartawan perlu proses. Menjadi dermawan?
Nggak perlu. Kita dapat melakukannya detik ini juga…
Sawah Besar, Semarang, 27 Desember
2015
No comments:
Post a Comment