Setiap hari, kita belajar dan mencari
ilmu untuk mendapatkan sebuah pengetahuan. Dari pengetahuan ini, kemudian
mengarahkan tindakan kita. Kita yang tahu api panas tidak akan menyentuh api.
Kita yang tahu racun bahwa racun berbahaya, tidak akan meminum racun, kita yang
tahu bahwa air panas sangat berbahaya bagi air tubuh, tidak akan mandi dengan
air panas.
Tapi terkadang, pengetahuan yang kita
miliki seakan tidak memberikan pengaruh apa-apa bagi kita. Saat ini, begitu
banyak dari kita yang melalaikan hukum-hukum Tuhan. Kita bahkan terkadang
merasa bangga dengan kemaksiatan yang kita lakukan. Kalau kita melakukan itu,
karena kita tidak tahu, itu tidak menjadi masalah. Tapi saat ini bukankah kita
memiliki petunjuk untuk hidup? bukankah Kita memiliki petunjuk untuk membawa
umat manusia ke dalam kehidupan yang sejahtera dan adil ? tapi apa yang terjadi
dengan kita. Kebanyakan dari kita hanya membaca petunjuk itu. Padahal, apa
gunanya sebuah petunjuk jika hanya di baca. Apa gunanya sebuah resep obat dari
dokter jika hanya di baca, tetapi kita tidak langsung ke apotek untuk membeli
obat itu? Resep itu tidak akan memberikan apa-apa. Resep itu hanya akan berguna
jika setelah kita baca, kita ke apotek beli obat, kemudian kita minum obat
sesuai resep dari dokter tersebut. Semua orang juga tahu, adalah tindakan bodoh
jika kita mengambil resep obat, kemudian hanya cukup membacanya. Jika kita
hanya membaca dan mengetahui resep itu, tapi tidak melakukan apa-apa, terus apa
fungsi dari pengetahuan kita, apa fungsi dari petunjuk tadi bagi kita?
Tapi hari ini, begitu banyak dari
kita yang mengetahui petunjuk, tapi tidak melakukan apa-apa. Mungkin setiap
hari kita baca kitab suci kita, tapi apalah arti sebuah kitab petunjuk jika
hanya di baca. Kita tahu, bahwa hukum yang paling baik adalah yang berasal dari
Allah, dan mungkin sudah sering kita baca ayat tentang itu, tetapi apa yang
kita lakukan? Kita masih saja berhukum dengan hukum yang di buat oleh manusia.
Kita masih saja memperjuangkan hukum yang di buat oleh manusia. Bahkan terkadang
kita menganggap remeh orang-orang yang memperjuangkan hukum-hukum Allah. Kalau
sudah seperti itu yang kita lakukan, terus apa gunanya pengetahuan yang kita
miliki. Seakan-akan yang kita baca itu tidak memberikan petunjuk apa-apa.
Bukankah kita juga tahu bahwa
demokrasi adalah sistem buatan Barat untuk melemahkan umat Islam. Jika kita
sudah tahu, terus mengapa juga masih memperjuangkan demokrasi. Apa gunanya
pengetahuan kita tentang demokrasi, jika kita masih juga memperjuangkannya. Dan
kita juga tahu, bahwa ulama-ulama seperti Muhammad Iqbal, sayid Qutub,
Almaududi, Al-afghani, tidak setuju dengan sistem yang di bawa oleh Barat.
Mereka telah mengorbankan diri mereka, berjuang untuk kejayaan Islam, agar
hukum-hukum Allah kembali tegak di muka bumi. Tetapi lagi-lagi, terkadang kita
tidak mengikuti langkah-langkah yang telah mereka lakukan. Kita baca tulisan
mereka, kita baca kisah perjuangan mereka, tetapi setelah kita baca dan tahu,
terus apa yang kita lakukan? Apakah kita mengikuti langkah mereka memperjuangkan
Islam untuk menggantikan sistem buatan barat, atau malah kita tidak melakukan
apa-apa? Jika kita tidak melakukan apa-apa, terus apa gunanya pengetahuan yang
kita dapat ?
Paling tidak, setelah kita tahu, kita
sampaikan kepada yang lain, agar semangat para ulama, diketahui oleh orang
lain, dan menjadi motivasi bagi orang lain untuk berjuang. Janganlah
pengetahuan kita biarkan hanya sampai pada otak kita, tetapi kita jadikan
pengetahuan itu sebagai pijakan untuk bergerak, karena dari gerakan itu
kemudian akan mendatangkan hasil. Jika kita tidak bergerak, maka kita tidak
akan mendapatkan hasil apa-apa.
Bukankah air yang tenang, menjadi air
yang mudah kotor dan membusuk? Tetapi air yang selalu mengalir adalah air yang
bersih membawa kebaikan bagi manusia. Air yang mengalirlah yang dijadikan
manusia, sebagai sumber air minum. Harapan masih tetap ada, untuk kita
berubah. Selama nafas masih kita miliki,
marilah kita mengukir jejak-jejak langkah kaki kita, berjuang untuk kehidupan
yang lebih baik.
No comments:
Post a Comment