Wednesday, 16 September 2015

Apa gunanya pengetahuan ?




Setiap hari, kita belajar dan mencari ilmu untuk mendapatkan sebuah pengetahuan. Dari pengetahuan ini, kemudian mengarahkan tindakan kita. Kita yang tahu api panas tidak akan menyentuh api. Kita yang tahu racun bahwa racun berbahaya, tidak akan meminum racun, kita yang tahu bahwa air panas sangat berbahaya bagi air tubuh, tidak akan mandi dengan air panas.
Tapi terkadang, pengetahuan yang kita miliki seakan tidak memberikan pengaruh apa-apa bagi kita. Saat ini, begitu banyak dari kita yang melalaikan hukum-hukum Tuhan. Kita bahkan terkadang merasa bangga dengan kemaksiatan yang kita lakukan. Kalau kita melakukan itu, karena kita tidak tahu, itu tidak menjadi masalah. Tapi saat ini bukankah kita memiliki petunjuk untuk hidup? bukankah Kita memiliki petunjuk untuk membawa umat manusia ke dalam kehidupan yang sejahtera dan adil ? tapi apa yang terjadi dengan kita. Kebanyakan dari kita hanya membaca petunjuk itu. Padahal, apa gunanya sebuah petunjuk jika hanya di baca. Apa gunanya sebuah resep obat dari dokter jika hanya di baca, tetapi kita tidak langsung ke apotek untuk membeli obat itu? Resep itu tidak akan memberikan apa-apa. Resep itu hanya akan berguna jika setelah kita baca, kita ke apotek beli obat, kemudian kita minum obat sesuai resep dari dokter tersebut. Semua orang juga tahu, adalah tindakan bodoh jika kita mengambil resep obat, kemudian hanya cukup membacanya. Jika kita hanya membaca dan mengetahui resep itu, tapi tidak melakukan apa-apa, terus apa fungsi dari pengetahuan kita, apa fungsi dari petunjuk tadi bagi kita?
Tapi hari ini, begitu banyak dari kita yang mengetahui petunjuk, tapi tidak melakukan apa-apa. Mungkin setiap hari kita baca kitab suci kita, tapi apalah arti sebuah kitab petunjuk jika hanya di baca. Kita tahu, bahwa hukum yang paling baik adalah yang berasal dari Allah, dan mungkin sudah sering kita baca ayat tentang itu, tetapi apa yang kita lakukan? Kita masih saja berhukum dengan hukum yang di buat oleh manusia. Kita masih saja memperjuangkan hukum yang di buat oleh manusia. Bahkan terkadang kita menganggap remeh orang-orang yang memperjuangkan hukum-hukum Allah. Kalau sudah seperti itu yang kita lakukan, terus apa gunanya pengetahuan yang kita miliki. Seakan-akan yang kita baca itu tidak memberikan petunjuk apa-apa.
Bukankah kita juga tahu bahwa demokrasi adalah sistem buatan Barat untuk melemahkan umat Islam. Jika kita sudah tahu, terus mengapa juga masih memperjuangkan demokrasi. Apa gunanya pengetahuan kita tentang demokrasi, jika kita masih juga memperjuangkannya. Dan kita juga tahu, bahwa ulama-ulama seperti Muhammad Iqbal, sayid Qutub, Almaududi, Al-afghani, tidak setuju dengan sistem yang di bawa oleh Barat. Mereka  telah mengorbankan diri  mereka, berjuang untuk kejayaan Islam, agar hukum-hukum Allah kembali tegak di muka bumi. Tetapi lagi-lagi, terkadang kita tidak mengikuti langkah-langkah yang telah mereka lakukan. Kita baca tulisan mereka, kita baca kisah perjuangan mereka, tetapi setelah kita baca dan tahu, terus apa yang kita lakukan? Apakah kita mengikuti langkah mereka memperjuangkan Islam untuk menggantikan sistem buatan barat, atau malah kita tidak melakukan apa-apa? Jika kita tidak melakukan apa-apa, terus apa gunanya pengetahuan yang kita dapat ?
Paling tidak, setelah kita tahu, kita sampaikan kepada yang lain, agar semangat para ulama, diketahui oleh orang lain, dan menjadi motivasi bagi orang lain untuk berjuang. Janganlah pengetahuan kita biarkan hanya sampai pada otak kita, tetapi kita jadikan pengetahuan itu sebagai pijakan untuk bergerak, karena dari gerakan itu kemudian akan mendatangkan hasil. Jika kita tidak bergerak, maka kita tidak akan mendapatkan hasil apa-apa.
Bukankah air yang tenang, menjadi air yang mudah kotor dan membusuk? Tetapi air yang selalu mengalir adalah air yang bersih membawa kebaikan bagi manusia. Air yang mengalirlah yang dijadikan manusia, sebagai sumber air minum. Harapan masih tetap ada, untuk kita berubah.  Selama nafas masih kita miliki, marilah kita mengukir jejak-jejak langkah kaki kita, berjuang untuk kehidupan yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment