Ilmu
pengetahuan adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan kehidupan manusia.
Saat ini setiap objek yang kita gunakan tidak terlepas dari sentuhan ilmu
pengetahuan. Misalnya komputer, handphone, televisi, dan lain sebagainya,
merupakan produk yang lahir dari rahim ilmu pengetahuan. Dengan ilmu inilah
kemudian manusia merintis dan membangun peradabannya. Kelompok manusia yang
memiliki peradaban yang lebih tinggi di anggap sebagai kelompok yang memiliki
tingkat ilmu pengetahuan yang tinggi.
Islam yang di bawa oleh Nabi Agung Muhammad SAW, adalah din yang
sangat menekankan pentingnya ilmu pengetahuan. Surah yang pertama di wahyukan
oleh Allah adalah perintah mengenai untuk iqra ( membaca ). Dengan membaca,
maka seseorang atau manusia akan mengetahui lebih banyak tentang pengetahuan
yang belum di ketahuinya. Dengan membaca pula kita dapat mengetahui sebuah
kebenaran, dan dapat membandingkan beberapa konsep tentang sesuatu. Misalnya
konsep tentang manusia, konsep tentang Tuhan, konsep tentang alam semesta dan
sebagainya.
Namun, perlu diketahui bahwa iqra dalam islam bukan sembarang iqra,
melainkan iqra dengan melibatkan Tuhan. Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, ( QS. Al-alaq ayat 1 ). Ini
mengandung pengertian bahwa dalam membaca sesuatu kita tidak boleh hanya
mengandalkan kemampuan akal semata,melainkan harus melibatkan Tuhan. Akal yang
kemampuannya terbatas, kalau digunakan tanpa petunjuk dari Tuhan, akan
kesulitan untuk menemukan tentang hakikat kebenaran yang sejati. Degan adanya
petunjuk dari Tuhan, maka manusia akan menemukan Kebenaran yang memuaskan akal
dan menenteramkan hati. Memang, dalam islam sesuai dengan fitrah manusia,
sehingga ajaran-ajaran yang ada di dalamnya jika dikaji secara mendalam dan
menyeluruh akan memberikan kepuasan akal dan ketenteraman hati. Sebaliknya
proses membaca yang tidak melibatkan atau menjadikan petunjuk Tuhan sebagai
standar tolak ukur akan menjadikan manusia berada dalam kegelisahan. Ilmu
pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan manusia bukannya membawa ketenteraman
dan kesejahteraan umat manusia melainkan telah menjadi ancaman bagi kehidupan
manusia sendiri. Ilmu pengetahuan yang dihasilkan malah menjadi musuh manusia
sendiri.
Teknologi yang dihasilkan dai rahim ilmu pengetahuan saat ini,
ternyata tidak seluruhnya memberikan manfaat bagi umat manusia. Bom atom yang
telah diciptakan oleh manusia membawa ketakutan yang luar biasa bagi umat
manusia. Sejarah telah membuktikan bagaimana manusia di bunuh hanya dalam beberapa
menit di kota Hiroshima dan Nagasaki dengan menggunakan teknologi bom atom.
Ilmu pengetahuan yang seharusnya menjadi sebagai alat bagi manusia untuk
memudahkan kehidupan, malah menjadi alat untuk menghancurkan manusia sendiri.
Inilah salah satu dampak yang di timbulkan jika manusia membaca tanpa
melibatkan Tuhan.
Selain itu, aktivitas iqra (membaca ) tanpa melibatkan Tuhan juga
menghasilkan pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan akal dan fitrah
manusia. Pemikiran yang pada awalnya bertujuan untuk membawa kesejahteraan bagi
umat manusia, malah membawa kesengsaraan bagi umat manusia. Pemikiran-pemikiran
ini hanya mampu memberikan kesejahteraan bagi sebagian orang. Hal ini terjadi
pemikiran yang dihasilkan hanya berlandaskan akal semata yang memiliki
keterbatasan.
Ideologi Komunis-sosialis dengan berdasar pada filsafat dialektika
materialisme, mengingkari adanya Tuhan. Ideologi ini memandang bahwa segala
sesuatu berasal dari materi dan materi ini bersifat azali, sehingga manusia
tidak memerlukan Tuhan. Bahkan menurut ideologi ini, agama adalah candu bagi
masyarakat yang menghambat pekerjaan manusia. Ideologi ini memaksa manusia
untuk menghilangkan naluri beragama dalam diri manusia yang merupakan fitrah.
Sedangkan hal yang telah menjadi naluri tidak akan bisa dihapuskan dalam diri
manusia. Oleh karena itu, pengemban dari ideologi ini memaksakan kehendak
mereka dengan melakukan kekerasan fisik yang membawa kesengsaraan bagi
masyarakat.
Selain ideologi komunis-sosialis ada lagi ideologi kapitalisme. Tidak
seperti ideologi komunis yang mengingkari adanya Tuhan, ideologi ini mengakui
adanya Tuhan, tetapi tidak mau di atur oleh Tuhan. Prinsip dari ideologi ini
adalah sekularisme yaitu pemisahan agama dari kehidupan manusia. Secara akal
sehat, pemikiran dari ideologi ini sangat tidak masuk akal. Bagaimana mungkin
kita percaya akan adanya Tuhan, tetapi tidak mau di atur oleh Tuhan. Sama
seperti kita percaya pada institusi tempat kita
bekerja tetapi tidak mau di atur oleh institusi tersebut. Dari pemikiran
ini kemudian melahirkan berbagai pemikiran lain yang mendukung kebebasan
manusia untuk berekspresi, seperti paham liberalisme. Paham ini memberikan
ruang sebebas-bebasnya bagi manusia untuk mengekspresikan diri dalam kehidupan
tanpa adanya aturan dari Tuhan, selama itu tidak membawa kerugian bagi orang
lain. dari paham ini kemudian dilahirkan konsep hak asasi manusia. Berdasarkan
hak asasi manusia, seseorang bisa melakukan perbuatan yang melanggar aturan
Tuhan, selama itu tidak membawa kerugian terhadap orang lain. hal ini sesuai
dengan prinsip sekularisme, di mana agama tidak boleh di bawa-bawa dalam
hubungan antara manusia.
Ideologi kapitalisme yang berasal dari pemikiran orang-orang Barat
yang mengalami trauma berat dengan agama mereka, ternyata telah meracuni
pemikiran sebagian orang islam. Dengan dalih kebebasan berpendapat mereka mulai
membongkar dan mempertanyakan ajaran-ajaran yang sudah baku dan jelas dalam
islam. Aturan yang menjadi imam dalam shalat adalah laki-laki mulai di protes
oleh sebagian muslimah yang memperjuangkan paham kesetaraan gender. Aturan
tentang larangan untuk menikah sesama jenis dipermasalahkan. Aturan tentang
larangan bagi perempuan muslimah untuk menikahi laki-laki non muslim mulai di
persoalkan. Mereka menerbitkan buku-buku untuk menyebarkan pemikirannya.
Pendukung pemikiran mereka menganggap mereka adalah orang-orang yang cerdas
yang patut untuk di banggakan. Padahal mereka itulah yang nyata-nyata menentang
Tuhan dengan membuat aturan-aturan yang baru untuk menyaingi aturan Tuhan.
Apakah orang seperti itu perlu di banggakan dan di anggap sebagai orang yang
cerdas? Masyarakat yang pada awalnya sudah merasa tenteram dengan aturan yang
ada, kemudian mereka memunculkan ide-ide baru yang membuat masyarakat bingung
dan gelisah.
Penjelasan di atas hanyalah salah satu contoh
pemikiran yang dihasilkan dari aktivitas membaca tanpa melibatkan Tuhan. Dan
tentunya masih banyak contoh yang lain. Untuk mencegah pemikiran-pemikiran
seperti itu, maka jalanya adalah dengan kembali menjadikan Al-Qur’an dan
Al-hadis sebagai petunjuk dalam melakukan aktivitas membaca. Ideologi yang
digunakan adalah ideologi islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.
Dengan menjadikan islam sebagai ideologi maka islam tidak hanya diaplikasikan
pada salah satu aspek tapi secara menyeluruh ( kaffah ). Peraturan dalam suatu
lingkungan masyarakat atau negara adalah peraturan islam yang berasal dari
Allah swt. Dengan menjadikan islam sebagai ideologi dalam kehidupan, maka
konsep amar ma’ruf nahi mungkar dalam masyarakat akan mudah untuk dijalankan.
Jika ada seseorang yang dikhawatirkan akan melakukan pelanggaran atau mendekati
pelanggaran dalam islam, maka masyarakat akan mengingatkan untuk mengingat
Allah, Tuhan semesta alam, sehingga manusia di dorong untuk melakukan kebaikan
No comments:
Post a Comment